BREBES — Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Kamis, 15 Oktober 2026, menghadirkan temuan menarik. Di tengah daftar 31 tokoh nasional yang dinilai berdasarkan kualitas kepemimpinannya, muncul nama Sudirman Said — putra asal Brebes yang kini aktif membangun kampung halamannya tanpa memegang jabatan publik apa pun.
Sudirman Said tentu bukan nama baru di kancah nasional. Ia dikenal pernah memimpin pembenahan di Pertamina, merapikan Universitas Paramadina sepeninggal Prof. Nucholish Madjid, memimpin rekonstruksi pascabencana gempa dan tsunami Aceh–Nias melalui Badan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi (BRR), serta menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan rekam jejak yang diakui publik maupun dunia internasional.
Namun sejak 2024, ia memilih untuk “melipir” ke kampung halamannya di Desa Slatri, Kabupaten Brebes, dan wilayah Tegal. Mengikuti pesan almarhumah ibundanya, Mbok Tarnyu, ia kini fokus pada pembangunan melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ia membina Padepokan Kalisoga yang menjadi tempat pengembangan calon pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia, serta mendirikan Universitas Harkat Negeri (UHN) di Tegal.
Meski baru satu tahun beroperasi secara resmi, UHN telah menjalin kerja sama dengan lembaga bergengsi dunia, termasuk Harvard Medical School, untuk penelitian bersama dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan primer di wilayah Tegal dan Brebes. Dari 4.000 mahasiswa, 20 persen di antaranya mendapat beasiswa penuh atas komitmen Sudirman Said. Ia juga mengembangkan pertanian berbasis teknologi dengan memanfaatkan lahan warga yang tadinya terlantar, kini siap panen komoditas melon, semangka, dan jagung dalam waktu dekat.
Dalam survei SMRC tersebut, Sudirman Said berada di peringkat ke-17 dengan skor 6,3. Posisi ini ternyata menempatkannya di atas sejumlah pejabat tinggi negara. Bahkan skornya lebih tinggi dibandingkan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka yang berada di urutan ke-30 dengan skor 4,4, maupun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di posisi ke-27 dengan skor 5,1.
Survei ini dinilai menarik karena mampu memotret kualitas kepemimpinan tokoh-tokoh yang tidak sedang memegang jabatan publik, namun tetap bergerak dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat.
Menanggapi hasil tersebut, aktivis masyarakat asal Brebes, Azmi Asmuni Masjid, menyampaikan kebanggaannya.
“Ada rasa bangga ketika melihat putra daerah yang terus melangkah, mengukir prestasi, menjaga integritas, dan mendedikasikan dirinya untuk Indonesia,” ujar Azmi kepada awak media hariandaerah.com, Jumat (16/10/2026).
“Saudara Sudirman Said mengajarkan bahwa mencintai negeri bukan sekadar tentang kata-kata, melainkan tentang keberanian menjaga nilai, keteguhan memegang prinsip, dan kesediaan untuk terus mengabdi — bahkan ketika jalan yang ditempuh tidak selalu mudah,” lanjutnya.
Azmi menegaskan, kebanggaan ini bukan semata karena peringkat dalam survei, melainkan karena bukti nyata bahwa seseorang tetap bisa berkontribusi dan dihargai tanpa harus berada di kursi kekuasaan.
“Sebab, mencintai Indonesia adalah perjalanan panjang yang membutuhkan keberanian, integritas, dan ketulusan. Perjalanan yang tidak selalu menjanjikan tepuk tangan, tetapi selalu membutuhkan orang-orang yang bersedia berdiri untuk nilai-nilai kebenaran. Dari Brebes untuk Indonesia. Semoga dedikasi dan pengabdiannya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, teguh menjaga integritas, dan tidak pernah berhenti mencintai negeri,” pungkas Azmi.
