BREBES — Menyusul peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Brebes, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes memperkuat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkesda Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes., menginstruksikan seluruh rumah sakit, puskesmas, dan klinik rawat inap di wilayah ini untuk memastikan kesiapan fasilitas, termasuk memaksimalkan ketersediaan tempat tidur bagi pasien ISPA dengan kondisi berat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penanganan cepat bagi warga yang mengalami gejala serius seperti sesak napas atau gangguan pernapasan.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu panik. Tidak semua kasus ISPA memerlukan perawatan di rumah sakit.
“Jika gejalanya ringan, masyarakat tidak harus dirawat inap. Cukup berobat jalan dan dianjurkan melakukan isolasi mandiri agar tidak menularkan kepada orang lain,” ujar dr. Heru, Sabtu (26/9/2026).
Masyarakat diimbau mengenali tingkat keparahan gejala. Keluhan ringan dapat ditangani melalui rawat jalan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, apabila muncul gejala yang lebih berat — khususnya sesak napas — segera cari pertolongan medis.
Selain kesiapan layanan, Dinkesda Brebes bersama jajaran puskesmas juga menggencarkan edukasi dan pembagian masker di tempat-tempat umum. Petugas memberikan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mengingatkan pentingnya menggunakan masker saat berada di keramaian, terutama bagi yang sedang sakit, guna mencegah penularan.
“Yang penting tetap menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih, menggunakan masker sesuai kebutuhan, dan segera memeriksakan diri jika keluhan memburuk,” pesan dr. Heru.
Dengan penguatan fasilitas, edukasi, dan pencegahan di lapangan, Dinkesda Brebes berkomitmen memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan informasi yang akurat serta tepat di tengah peningkatan kasus ini.
