ESET Luncurkan MDR Berbasis AI, Respons Deteksi Ancaman Siber Hanya 6 Menit

DelapanDetik.Com – Ancaman siber semakin menuntut perusahaan untuk memiliki sistem keamanan yang mampu bekerja sepanjang waktu. Tidak hanya menghadapi serangan yang bergerak cepat, perusahaan juga harus mengatasi keterbatasan talenta keamanan siber sekaligus memenuhi tuntutan regulasi perlindungan data.

Menjawab kebutuhan tersebut, ESET resmi meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia. Layanan ini menggabungkan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan keahlian pakar keamanan siber ESET untuk memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman setiap hari, 24/7.

ESET menyebut layanan tersebut mampu mencapai Mean Time to Respond (MTTR) rata-rata hingga 6 menit. Kecepatan respons ini ditujukan untuk membantu perusahaan melakukan mitigasi ancaman sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.

Peluncuran ESET MDR berlangsung di tengah meningkatnya ancaman digital di Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru AwanPintar.id, Indonesia menghadapi hingga 16 serangan siber per detik pada periode yang dilaporkan.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tuntutan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk kewajiban perlindungan data pribadi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta mengantisipasi kehadiran Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Keamanan Siber Berjalan 24/7

Salah satu tantangan perusahaan dalam menghadapi serangan siber adalah keterbatasan sumber daya manusia. Sistem keamanan konvensional umumnya memberikan peringatan atau alert, sementara analisis dan tindakan berikutnya masih harus dilakukan oleh tim in-ternal.

ESET MDR dirancang untuk mengambil sebagian beban tersebut. Layanan ini melakukan pemantauan, deteksi, hingga isolasi ancaman secara otomatis sepanjang waktu. Sistem tersebut memadukan AI dengan jaringan global ESET yang terdiri dari lebih dari 100 threat hunter atau pakar keamanan siber.

Dengan pendekatan tersebut, tim IT perusahaan tidak harus selalu melakukan analisis log secara manual atau mencari akar masalah ketika terjadi indikasi serangan, terutama di luar jam operasional.

Di tengah kompleksitas regulasi dan risiko kerugian finansial yang tak sedikit, layanan ESET MDR dirancang untuk mengambil alih beban analisis ancaman dan proteksi aktif saat tim IT sedang tidak bertugas.

Layanan ini bekerja secara otomatis dan dipadu dengan pengawasan para pakar siber glob-al ESET, serta di-support penuh oleh PT Prosperita Mitra Indonesia, selaku exclusive distribu-tor untuk ESET di Indonesia dan Timor Leste.

“Ancaman siber hari ini bergerak dalam hitungan detik, sementara banyak tim IT terjebak dalam rutinitas analisis manual yang melelahkan di luar jam operasional,” ucap Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.

Menurut Yudhi, ESET MDR dengan dukungan PT Prosperita Mitra Indonesia menggabungkan otomatisasi AI dan analisis pakar global untuk memangkas waktu respons hingga 6 menit. “Sebuah kecepatan krusial untuk menghentikan serangan sebelum berdampak fatal pada bisnis,” imbuhnya.

Pertahanan Otomatis

ESET mengklaim layanan MDR mampu memangkas Mean Time to Respond (MTTR) hingga rata-rata 6 menit. Angka tersebut menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan dalam peluncuran layanan ini. Sebagai pembanding, menurut studi Verizon 2025 Data Breach Investigations Report, rata-rata organisasi membutuhkan waktu hingga 24 hari untuk menyadari terjadinya peretasan.

Perbedaan waktu tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan deteksi dan respons yang cepat. Semakin cepat sebuah ancaman teridentifikasi dan ditangani, semakin cepat pula perusahaan dapat melakukan langkah mitigasi untuk membatasi dampaknya.

Di Indonesia, ESET MDR tersedia dalam dua tingkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. ESET PROTECT MDR ditujukan bagi usaha kecil dan menengah (UKM), dengan perlindungan yang mencakup endpoint, email, aplikasi cloud, pengawasan serta patching kerentanan secara otomatis.

Sementara itu, ESET PROTECT MDR Ultimate ditujukan untuk perusahaan skala enterprise. Layanan ini mencakup customized threat hunting, investigasi forensik digital jarak jauh, serta dukungan ekosistem XDR melalui ESET Inspect.

ESET MDR sudah meraih sertifikasi SOC 2 Type 2, yang memainkan peranan penting bagi organisasi dalam memenuhi tuntutan regulasi keamanan siber serta aturan dalam industri. SOC 2 Type 2 menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk melindungi data pelanggan, se-hingga memudahkan perusahaan di sektor keuangan maupun manufaktur.

Contohnya, untuk tetap compliance tanpa perlu membangun Security Operations Center (SOC) internal yang berbiaya mahal. Fitur patch management otomatis di dalamnya juga akan meminimalkan risiko eksploitasi vulnerability pada sistem secara konsisten.

“Keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis dan publik. ESET siap berdiri di garda terdepan mendampingi organisasi-organisasi di Indo-nesia, termasuk UKM, agar tidak hanya compliance tetapi juga memiliki resilience yang mutlak dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang terus berkembang,” kata Yudhi.

Dengan peluncuran MDR, ESET memperluas pendekatan keamanan siber yang tidak hanya berfokus pada mendeteksi ancaman, tetapi juga mempercepat proses respons dan mitigasi.

Bagi perusahaan yang menghadapi keterbatasan tenaga keamanan siber, model layanan terkelola seperti ini menjadi salah satu pendekatan yang ditawarkan untuk menjaga sistem tetap terlindungi sepanjang waktu.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *