BREBES — Upaya percepatan pembenahan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Brebes membuahkan hasil nyata. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes melalui Bidang Bina Marga telah merampungkan pengerjaan jalan kabupaten ruas Larangan–Pamulihan sepanjang 300 meter di Dusun Kalenpandan, Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.
Penyelesaian proyek ini merupakan wujud nyata komitmen Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Brebes Wurja serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk terus memperbaiki dan memperkuat akses jalan penghubung antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Rampungnya pembangunan di titik krusial ini diharapkan dapat memulihkan urat nadi perekonomian antardesa yang sempat terhambat akibat kerusakan jalan.
Sebelumnya, kawasan Kalenpandan menjadi tantangan tersendiri karena memiliki karakteristik tanah yang labil dan rentan amblas. Kini, dengan selesainya rekonstruksi jalan berstruktur rabat beton cor ini, kendaraan roda empat hingga truk logistik dapat melintas dengan aman, lancar, dan tanpa hambatan. Warga pun tidak perlu lagi memutar jauh melewati rute alternatif yang sempit dan memakan waktu.
Selesainya proyek ini disambut hangat dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Kualitas pengerjaan dinilai sangat memuaskan, dikerjakan secara profesional oleh kontraktor lokal serta terpantau dengan baik sejak awal hingga akhir.
Sarwadi, tokoh masyarakat Dusun Kalenpandan sekaligus pengawas sosial di wilayah tersebut, menyampaikan rasa bangganya saat dijumpai awak media hariandaerah.com pada, Jumat 18/09/2026.
“Kami sangat mengapresiasi pembangunan rabat beton cor jalan di Dusun Kalenpandan, Desa Pamulihan ini. Hasil pengerjaannya luar biasa dan sangat rapi,” ungkap Sarwadi.
Ia juga menambahkan, keberhasilan dan kerapian proyek ini tak lepas dari sinergi pemerintah desa. Kepala Desa Pamulihan, Suwandi, turun langsung ke lapangan mengawal pelaksanaan guna memastikan kualitasnya sesuai harapan warga.
Dampak positif selesainya jalur ini langsung dirasakan oleh sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama masyarakat Kecamatan Larangan. Jalur distribusi hasil bumi menuju pasar kini jauh lebih cepat, lancar, dan efisien.
Para petani tidak lagi dibebani biaya angkut yang membengkak akibat kondisi jalan rusak. Selain itu, risiko penurunan kualitas dan kesegaran hasil panen akibat perjalanan yang lama dan terjal kini dapat ditekan seminimal mungkin.
