KOTA LANGSA – PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) secara resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas rekor “Pembukaan 1.186 Rekening Saku Valas” bagi ASN di Kota Langsa.
Pembukaan Rekening Saku Valas merupakan kolaborasi antara BCA Syariah dengan Pemerintah Kota Langsa dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan syariah, khususnya di Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Adapun penghargaan Rekor MURI diterima langsung oleh Direktur BCA Syariah, Lukman Hadiwijaya dengan didampingi oleh Wali Kota Langsa, Wakil Wali Kota dan Ketua DPRK Langsa dari Sekretaris MURI pada HUT ke-25 Kota Langsa di Tribun Lapangan Merdeka Langsa.
Direktur BCA Syariah, Lukman Hadiwijaya mengatakan, bahwa Saku Valas merupakan layanan tabungan valuta asing yang dirancang praktis dan terintegrasi dengan aplikasi mobile banking BSya.
Layanan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi valuta asing yang praktis, serta mudah diakses oleh masyarakat luas.
Menurutnya, BCA Syariah adalah Bank Umum Syariah (BUS) pertama di Indonesia yang mempunyai produk Saku Valas (1 rekening untuk 8 kantong/saku valuta asing).
“Pencapaian rekor MURI ini bukan sekadar seremonial, melainkan representasi dari adanya kebutuhan masyarakat terhadap solusi transaksi valas berbasis syariah,” kata Lukman Hadiwijaya dalam sambutannya.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa melalui Saku Valas, BCA Syariah hadir sebagai “Sahabat Berkahmu” yang senantiasa mendampingi kebutuhan finansial nasabah, baik untuk persiapan ibadah Haji dan Umrah, perjalanan internasional, maupun perencanaan investasi, secara praktis, amanah, dan kompetitif.
Lukman menjelaskan, untuk dapat menggunakan Saku Valas, nasabah dapat mengunduh aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah dan membuka rekening tabungan.
Kemudian nasabah cukup memilih aktivasi Saku Valas yang merupakan tabungan dengan prinsip mudharabah muthlaqah untuk menyimpan dan mengelola simpanan dalam mata uang asing.
“Aktivasi fitur tersebut dapat dilakukan mulai Senin sampai Jumat, pukul 09.00 – 14.45 WIB, kecuali pada hari libur nasional,” terangnya.
Ia menambahkan, di Aceh, kinerja BCA Syariah terus tumbuh positif dengan didukung oleh 3 jaringan cabang, jaringan ATM BCA yang dapat diakses oleh nasabah, dan aplikasi mobile banking BSya.
“Per September 2026, total aset BCA Syariah di Aceh tumbuh 61% secara year-on-year (YoY) dan mencapai Rp202,1 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh perkembangan pembiayaan yang mencapai 76,1% YoY atau mencapai sekitar Rp177,3 miliar, dan DPK yang meningkat 28,4% YoY atau mencapai Rp648,3 miliar,” ungkap Lukman Hadiwijaya.
Untuk diketahui, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) merupakan anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk., yang mulai beroperasi sebagai Bank Umum Syariah pada 5 April 2010.
Per September 2026, total Aset BCA Syariah telah mencapai Rp20,3 triliun dan tumbuh 11,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp14 triliun, tumbuh 14,3% yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp15,8 triliun atau meningkat sebesar 10,7% yoy.
BCA Syariah kini telah memiliki 81 jaringan cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Medan, Pekanbaru, Padang, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bandar Lampung, Palembang, Banda Aceh, Panakukkang, Malang, Kediri, Pasuruan, dan Banyuwangi.
