Festival Hari Santri Nasional 2026 Di Brebes: Menggali Potensi, Merawat Tradisi, Membangun Generasi Islami

BREBES — Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Brebes tahun 2026 berlangsung meriah di Pondok Pesantren Nurul Hayyah, Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Sabtu (17/10/2026). Festival yang mengusung tema “Menggali Potensi, Merawat Tradisi, Membangun Generasi Islami” ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, SE. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi para santri untuk menumbuhkan kepercayaan diri, mengembangkan bakat, sekaligus melestarikan warisan keislaman melalui beragam lomba dan aktivitas edukatif.

Berbagai perlombaan disiapkan untuk memicu kecintaan anak-anak dan santri terhadap ilmu agama serta tradisi pesantren. Mulai dari lomba mewarnai, hafalan Al-Qur’an, membaca kitab kuning, tilawah, lomba azan, hingga penampilan seni hadroh. Festival ini bukan sekadar ajang bertanding, melainkan ruang belajar dan berkreasi bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Brebes Wurja menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini sangat penting untuk membangun karakter dan menanamkan nilai keagamaan sejak dini.

“Saya sangat gembira melihat semangat yang luar biasa ini. Anak-anak dan para santri kini memiliki ruang untuk belajar, berani tampil, dan membuktikan kemampuan mereka,” ujar Wurja.

Ia berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa tekun menuntut ilmu, menjaga akhlak mulia, serta menghormati kedua orang tua dan para guru. Ilmu yang dipelajari di pesantren, katanya, akan terasa lebih bermakna jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah generasi yang akan membawa Brebes dan Indonesia ke masa depan. Teruslah belajar, jaga akhlak, hormati guru dan orang tua, serta pegang teguh ajaran agama. Ilmu yang kalian miliki akan bermanfaat sebesar-besarnya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.

Tema yang diangkat tahun ini pun mengandung pesan mendalam: agar santri tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepercayaan diri yang kuat, kemampuan beradaptasi, dan semangat terus berkembang di tengah dinamika zaman. Tradisi pesantren perlu dijaga agar tetap relevan dan hidup di kalangan generasi muda.

Wurja juga menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, disiplin, sederhana, dan peduli sesama. Pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, melainkan pusat pembentukan karakter generasi penerus.

“Pemerintah Kabupaten Brebes sangat menghargai dedikasi para kiai, ustaz, pengasuh pesantren, dan seluruh pendidik yang tak kenal lelah membimbing putra-putri kita. Di pesantren, anak-anak belajar ilmu, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kepekaan sosial. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi untuk mewujudkan Brebes yang berakhlak, maju, dan sejahtera,” jelasnya.

Kepada para peserta, Wurja mengingatkan agar setiap perlombaan diikuti dengan sungguh-sungguh namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan bukanlah segalanya — yang lebih berharga adalah proses belajar, keberanian tampil, dan pengalaman yang didapat.

“Menanglah dengan rendah hati, dan terimalah hasil apa pun dengan hati yang lapang. Jadikan setiap momen ini sebagai bekal untuk terus berkembang,” pesannya.

Melalui festival ini, semangat Hari Santri diharapkan makin dirasakan luas oleh masyarakat, terutama untuk mendorong anak-anak mencintai ilmu pengetahuan agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga, masyarakat, pesantren, dan pemerintah menjadi kunci agar para santri dapat terus berprestasi tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhur.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, para Asisten Sekretaris Daerah dan Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah, Camat beserta unsur Forkopimcam Ketanggungan, Ketua PCNU Kabupaten Brebes, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Brebes, tokoh organisasi keagamaan, para pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Hayyah.

Diharapkan, ke depannya festival semacam ini makin memperkuat kedudukan santri sebagai generasi yang tak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga tangguh secara karakter dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Brebes.



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *