PRINGSEWU – Keberadaan puluhan ekor kucing di Rumah/Lesehan Makan Susanto 2 yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dikeluhkan sejumlah pelanggan.
Keluhan tersebut berkaitan dengan kenyamanan pengunjung saat menikmati makanan. Sejumlah kucing disebut kerap berada di sekitar area tempat makan, bahkan ada yang naik ke meja ketika pelanggan sedang menyantap hidangan.
Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian dari pihak pengelola agar kenyamanan dan keamanan pelanggan tetap terjaga.
Salah seorang narasumber berinisial DS, yang juga merupakan wartawan di Kabupaten Pringsewu, mengaku pernah mengalami kejadian tersebut.
Menurut DS, saat sedang makan terdapat kucing yang naik ke meja. Ia kemudian berupaya mengusir kawanan kucing tersebut menggunakan tangan.
Namun, kucing tersebut justru menyerang dan menggigit bagian telapak tangannya hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah.
“Ketika kucing naik ke meja, saya usir menggunakan tangan. Tetapi justru menyerang dan menggigit tangan saya sampai berdarah,” ujar DS.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai keberadaan kucing, tetapi menyangkut kenyamanan dan keamanan pengunjung yang datang untuk menikmati makanan.
Apalagi, aktivitas makan berlangsung di area yang sama dengan keberadaan hewan tersebut sehingga diperlukan pengelolaan yang mampu mencegah kucing berkeliaran atau naik ke meja pelanggan.
Keluhan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Rumah/Lesehan Makan Susanto 2.
Pengelola diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai keberadaan puluhan kucing tersebut, termasuk langkah yang akan dilakukan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keamanan pelanggan.
Jika kucing-kucing tersebut memang berada di sekitar lokasi secara terus-menerus, masyarakat juga patut mengetahui bagaimana pihak pengelola melakukan penanganan agar tidak mengganggu aktivitas pengunjung.
Di sisi lain, kejadian yang dialami DS juga perlu menjadi perhatian karena menyangkut kontak langsung antara pelanggan dan hewan yang berada di area rumah makan.
Hingga berita ini disusun, penjelasan resmi dari pihak pengelola Rumah/Lesehan Makan Susanto 2 mengenai keluhan tersebut masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.
Konfirmasi dari pengelola diharapkan dapat menjelaskan apakah keberadaan kucing tersebut memang bagian dari kondisi yang selama ini terjadi, bagaimana pengelola menanganinya, serta langkah konkret apa yang akan dilakukan untuk memastikan pelanggan dapat menikmati makanan dengan aman dan nyaman.
Persoalan ini pada akhirnya bukan untuk mempermasalahkan keberadaan hewan semata, melainkan bagaimana sebuah tempat usaha menyediakan lingkungan yang tetap nyaman bagi pelanggan sekaligus memiliki penanganan yang bertanggung jawab terhadap hewan yang berada di sekitar lokasi. (*)
