Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma: Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Resmi Pimpin Polda Jateng

Serah Terima Pataka “Maneka Tunggal Dharma”: Irjen Pol Roy Hardi Siahaan Resmi Pimpin Polda Jateng

SEMARANG — Estafet kepemimpinan di lingkungan Polda Jawa Tengah resmi berganti. Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H. kini memegang tongkat komando sebagai Kapolda Jateng yang baru, menggantikan Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K., M.H. Pergantian ini ditandai dengan Upacara Serah Terima Pataka “Maneka Tunggal Dharma” yang berlangsung khidmat di Mapolda Jateng, Selasa (6/10/2026) pagi.

Prosesi dimulai dengan penyambutan Kapolda baru yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum., di gerbang markas. Kedatangan Irjen Roy beserta istri disambut dengan pengalungan karangan bunga dan disambut jajaran kehormatan pedang pora sebelum menuju lobi Mapolda. Di sana, ia disambut langsung oleh Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, sekaligus penyerahan buket bunga bagi Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah yang baru.

Rangkaian acara kemudian memuncak pada upacara inti penyerahan Pataka Maneka Tunggal Dharma, dihadiri para pejabat utama, pengurus Bhayangkari, serta jajaran personel dari berbagai satuan kerja.

Dalam amanat perpisahannya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa Pataka yang diserahterimakan bukan sekadar benda, melainkan lambang kehormatan, jati diri, dan amanah pengabdian seluruh keluarga besar Polda Jateng.

“Segala capaian yang diraih bukanlah keberhasilan seorang pemimpin, melainkan hasil kerja keras bersama seluruh personel. Pataka ini mengingatkan kita untuk terus mengabdi lebih baik lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepada seluruh jajaran, ia berpesan agar memberikan dukungan dan loyalitas penuh kepada Kapolda yang baru.

“Jaga kehormatan, jaga solidaritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Jika sebelumnya dukungan 100 persen, kini tingkatkan menjadi 200 persen,” pesannya.

Sementara itu, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyambut estafet kepemimpinan ini sebagai dinamika organisasi yang wajar, namun tugas pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan fondasi yang telah dibangun pendahulunya.

“Pataka ini bukan sekadar hiasan seremonial. Di dalamnya tersimpan sejarah perjuangan, nilai-nilai luhur para pendahulu, serta amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegas Kapolda baru.

Irjen Roy kemudian menegaskan tiga arah utama pelaksanaan tugas Polda Jawa Tengah ke depan:

Pertama, bertindak tegas terhadap segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat — narkotika, perjudian, begal, pencurian bersenjata, hingga tindak pidana lain yang mengganggu rasa aman.

Kedua, ketegasan tersebut berjalan seiring sikap humanis terhadap kelompok rentan: perempuan, penyandang disabilitas, dan warga yang berada di posisi lemah.

Ketiga, bergerak cepat menanggapi setiap laporan, pengaduan, maupun permintaan bantuan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar terasa saat dibutuhkan.

Ia juga memohon dukungan segenap elemen masyarakat, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah.

“Mohon terimalah kami sebagai bagian dari keluarga besar Jawa Tengah. Mari kita bahu-membahu menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga,” ujarnya.

Serah terima Pataka Maneka Tunggal Dharma ini menegaskan satu hal: pimpinan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian, kehormatan, dan tanggung jawab kepada masyarakat tetap berjalan tanpa henti.

 



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *