BREBES — Pasca gelaran Festival Bawang Merah Brebes, harga komoditas andalan daerah ini langsung melonjak. Dalam kurun dua hari terakhir, harga bawang merah di tingkat petani naik tajam.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Brebes, Dian Alex Chandra, membenarkan kenaikan tersebut terjadi tepat setelah acara Festival Bawang Merah beberapa hari lalu.
“Kenaikan sejak Selasa kemarin, sejak acara Festival Bawang Merah,” ungkap Alex, Rabu (16/9/2026).
Dijelaskannya, kenaikan harga ini cukup signifikan. Harga bawang merah di tingkat petani yang semula Rp20.000 kini menjadi Rp26.000 per kilogram.
“Yang saya tahu dari lapangan, harga naik jadi Rp26.000. Dua hari lalu harga di Rp26.000 tiap kilo,” jelasnya.
Lebih lanjut, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga tersebut. Secara umum didorong cuaca yang tidak mendukung serta mahalnya harga bibit. Udara panas saat kemarau ditambah keterbatasan pasokan air membuat banyak petani gagal panen. Tanaman bawang mudah mengalami kerusakan daun hingga mati jika terpapar suhu panas berlebih.
Selain itu, harga bibit pada musim tanam lalu juga melambung tinggi, dibandrol Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
“Cuaca tidak mendukung, banyak yang gagal panen. Apalagi harga bibit mahal, petani tidak berani menanam bawang,” bebernya.
Akibatnya, persediaan bawang di pasaran makin menipis dan harga pun naik. Adanya promosi melalui Festival Bawang Merah juga turut mendorong permintaan yang semakin meningkat.
“Festival Bawang Merah itu juga ikut andil. Permintaan bawang jadi makin meningkat,” tandas Alex.
Kenaikan harga ini juga dibenarkan Kepala Pasar Induk Brebes, Ali Nurohman. Menurut laporan per Selasa (15/9), harga di tingkat pasar mencapai Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
“Hari ini belum masuk laporan lengkap, tapi Selasa kemarin sudah mencapai Rp29.000 sampai Rp30.000,” pungkasnya.
