General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran, menegaskan bahwa PLN terus berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal untuk mendukung konektivitas dan efisiensi transportasi di Jakarta.
“PLN berkomitmen untuk mendukung transformasi sistem transportasi di Jakarta menuju keberlanjutan. Pasokan listrik yang andal menjadi kunci utama keberhasilan operasional berbagai moda transportasi ramah lingkungan ini,” ujarnya.

Sarana transportasi berbasis listrik seperti Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tak luput dari pantauan petugas PLN, dimana petugas terus memantau secara berkala stasiun-stasiun KRL di Jakarta, seperti Stasiun Jakarta Kota.
Saat ini, PLN menyediakan pasokan listrik untuk berbagai moda transportasi seperti KAI Commuter Line 175 MVA, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta 40 MVA, Stasiun Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Halim 10,38 MVA, Light Rail Transit (LRT) Jakarta 18 MVA, Transjakarta: PT Bianglala 2,1 MVA, PT Mayasari 4,3 MVA, PT Damri 2,7 MVA dan Pool Blue Bird 1,4 MVA.
“Kami memastikan keandalan pasokan listrik dengan skema berlapis untuk meminimalkan potensi gangguan. Dengan langkah ini, PLN mendukung operasional yang optimal bagi transportasi umum di Jakarta yang semakin berorientasi pada energi bersih,” tambah Lasiran.
Selain dukungan terhadap transportasi umum, PLN juga aktif memperluas infrastruktur untuk kendaraan listrik melalui pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang telah tersedia di lebih dari 200 lokasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda nasional untuk menekan emisi karbon.
“Kami terus berkomitmen untuk mendukung kebutuhan energi listrik guna mewujudkan Jakarta yang lebih hijau, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” kata Lasiran.
