DelapanDetik.Com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkenalkan Disaster Knowledge Management System (DKMS) sebagai upaya memperkuat pengelolaan pengetahuan kebencanaan di daerah. Sistem digital ini diharapkan mempermudah akses terhadap informasi, regulasi, hasil riset, pengalaman, dan praktik baik penanggulangan bencana untuk mendukung kesiapsiagaan serta mitigasi yang berkelanjutan.
Pengenalan DKMS dilakukan melalui kegiatan Sharing Session Disaster Knowledge Management System yang diselenggarakan Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke-13.
Berlangsung secara luring dan daring di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), kegiatan tersebut diikuti puluhan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, akademisi, serta mitra pentahelix.
Melalui forum ini, BNPB memperkenalkan fungsi, manfaat, dan tata cara penggunaan DKMS agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.
Pusat Pengetahuan Kebencanaan Terpadu
DKMS dikembangkan sebagai pusat data dan sistem pengelolaan pengetahuan kebencanaan terpadu. Platform ini berfungsi mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menyebarluaskan berbagai informasi terkait kebencanaan, mulai dari regulasi, hasil pembelajaran, pengalaman penanganan bencana, praktik baik, hingga media edukasi.
Keberadaan sistem ini diharapkan dapat memudahkan berbagai pemangku kepentingan dalam menemukan informasi yang relevan secara cepat dan terstruktur. Dengan demikian, pengetahuan yang sebelumnya tersebar di berbagai lembaga dapat dihimpun dan dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan maupun pelaksanaan program penanggulangan bencana.
Pengembangan DKMS ini sejalan dengan arah penguatan Sistem Nasional Penanggulangan Bencana (Sisnas PB) 2026-2029 dan agenda pembangunan berketahanan bencana. DKMS bertujuan mendukung pengelolaan pengetahuan kebencanaan dengan menyediakan akses informasi yang relevan secara mudah dan cepat bagi berbagai pemangku kepentingan.
Secara spesifik, DKMS bertujuan menyediakan akses pengetahuan dan pembelajaran kebencanaan yang terpusat, mendorong riset dan inovasi kebencanaan dengan menyediakan basis data dan informasi yang valid, mendukung pembangunan berkelanjutan sebagai acuan perencanaan pembangunan daerah, serta memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, peningkatan kapasitas, dan mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi bencana.
Analis Kebencanaan Ahli Madya Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana, Rucky Nurul Wursanty Dewi menegaskan bahwa tema Bulan PRB tahun ini, “Dari Selat Sunda Untuk Indonesia: Sewindu Belajar Untuk Kesiapsiagaan Yang Lebih Baik – Ngariksa Bumi Nusantara“, menjadi momentum refleksi sekaligus pembelajaran penyelenggaraan penanggulangan bencana nasional.
Rucky juga mengajak BPBD provinsi dan kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta lembaga/organisasi non-pemerintah untuk berkontribusi berbagi dokumentasi sesuai latar belakang keilmuan dan institusinya dengan panduan teknis yang telah tertuang dalam Panduan Pengguna DKMS. DKMS dapat diakses melalui laman https://dkms.bnpb.go.id.
Dilengkapi Pengelolaan Dokumen Terstruktur dan Teknologi AI
Dalam sesi pemaparan materi, Analis Kebencanaan Ahli Muda Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana, Rianto Nugraha menjelaskan bahwa DKMS dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana.
Sistem ini menerapkan mekanisme pengelolaan dokumen secara terstruktur, mulai dari proses pengunggahan dokumen, verifikasi metadata, hingga persetujuan oleh admin, serta pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence untuk pencarian kontekstual.
Narasumber kedua, Wulansari Khairunisa memberikan penjelasan dan praktik secara rinci panduan penggunaan DKMS kepada para peserta, agar semua pihak dapat berkontribusi untuk mengunggah dokumen valid ke dalam repositori DKMS.
Di sela-sela diskusi, Analis Kebencanaan Ahli Pertama, Andri Irawan, selaku moderator menyampaikan fitur terbaru DKMS yaitu kuis. Fitur ini dibuat untuk menyampaikan materi DKMS secara lebih interaktif dan menarik.Peserta sharing session mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, terutama saat mengikuti kuis.
Berbagai saran dan masukan yang terhimpun pada kegiatan ini akan ditampung dan diolah oleh Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana untuk pengembangan DKMS di masa mendatang, termasuk rencana pendampingan pengisian DKMS kepada BPBD dan penyempurnaan fitur berbasis kebutuhan pengguna
