BREBES — Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan komitmennya agar warga yang menderita penyakit jantung maupun kondisi serius lainnya dapat menerima penanganan medis memadai di daerah sendiri, tanpa harus menempuh perjalanan jauh berobat ke luar daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui usulan revitalisasi RSUD Brebes yang diajukan Pemerintah Kabupaten Brebes kepada Kementerian Kesehatan.
Selasa (13/10/2026), Bupati meninjau langsung calon lokasi pembangunan gedung layanan medis terpadu yang direncanakan berdiri di area halaman SD Negeri 1 Brebes. Jika rencana ini disetujui pemerintah pusat, pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
“Harapan saya, warga Brebes yang menderita sakit berat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah,” ujar Paramitha usai meninjau lokasi.
Kabupaten Brebes kini tercatat sebagai salah satu dari tiga daerah di Jawa Tengah yang masuk dalam daftar calon penerima program revitalisasi rumah sakit daerah dari Kemenkes, bersama Kota Surakarta dan Kabupaten Kudus. Penetapan ini tercantum dalam surat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes bertanggal 29 September 2026, yang memuat undangan pembahasan calon penerima bantuan revitalisasi rumah sakit milik pemerintah tahap lanjutan.
“Ini merupakan program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan, dan Brebes telah masuk dalam daftar calon penerimanya. Saat ini tugas kami adalah menyiapkan segala persyaratan dari pihak pusat sekaligus merencanakan pemindahan sekolah ke lokasi yang lebih layak,” jelas Bupati.
Secara konsep awal, gedung yang dikenal sebagai Central Medical Unit (CMU) atau Pusat Layanan Medis Terpadu akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi. Fasilitas unggulan yang akan tersedia mencakup ruang kateterisasi jantung (cathlab), tiga ruang operasi, ruang perawatan intensif untuk pasien dewasa, anak, dan bayi, ruang bersalin, layanan cuci darah, unit radiologi, serta instalasi gawat darurat yang lebih lengkap.
Kehadiran fasilitas canggih ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan RSUD Brebes dalam menangani kasus-kasus medis tingkat lanjut, sehingga kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah dapat ditekan secara signifikan.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan memperbaiki 441 RSUD di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden dalam pidato pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2027 di Gedung DPR, Jakarta, pada 14 Agustus 2026. Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya penguatan pelayanan rumah sakit daerah untuk menangani penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal, serta meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Meski telah masuk daftar calon penerima, usulan revitalisasi ini masih menunggu keputusan resmi dari Kemenkes. Saat ini Pemkab Brebes terus melengkapi berkas persyaratan, meliputi surat usulan, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja, hingga data ketersediaan tenaga medis.
Karena lokasi pembangunan berada di lingkungan SD Negeri 1 Brebes, Pemkab Brebes juga menyiapkan rencana pemindahan sekolah ke gedung milik pemerintah kabupaten yang lain. Bupati memastikan proses pemindahan tersebut tidak akan mengganggu proses belajar mengajar para siswa.
“Anak-anak tetap dapat belajar dengan tenang. Mohon dukungan dan doanya, semoga seluruh proses ini berjalan lancar sesuai rencana,” pungkas Paramitha.
