Danantara Gelar DTIIF 2026, Bidik Kolaborasi Investasi Teknologi Global

DelapanDetik.Com – Danantara Indonesia siap menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta. Forum ini mempertemukan tokoh ekonomi, ilmuwan, investor, serta pemimpin perusahaan global untuk menghubungkan inovasi, teknologi, dan modal jangka panjang dengan peluang pengembangan industri strategis di Indonesia.

Mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”, DTIIF 2026 dirancang untuk mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam skala industri, sekaligus membuka peluang kemitraan strategis yang dapat memperkuat daya saing dan mempercepat industrialisasi Indonesia.

Dalam forum ini, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan memaparkan investasi unggulan, portofolio, dan peluang investasi di enam sektor industri strategis yaitu energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan artifisial (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan peluang investasi, forum ini akan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari sesi pleno, sector showcase, project pitching, business matching, hingga pertemuan bilateral. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi antara perusahaan nasional, investor internasional, pusat riset, dan penyedia teknologi.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa mengatakan forum ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia membangun ekosistem industri berbasis teknologi dan inovasi yang didukung investasi jangka panjang.

Menurut Sigit, pengembangan ekosistem industri di Indonesia bertumpu pada tiga prinsip. Pertama, resource-driven: Indonesia memiliki sumber daya mineral yang luar biasa. Kedua, demand-driven: pasar kita sangat besar, baik di dalam negeri maupun di kawasan Asia Tenggara. Ketiga, industri berbasis teknologi dan inovasi.

“Kini kita ingin bangun talenta dan industrinya, dan inilah yang kami tawarkan kepada investor melalui peta jalan yang akan kami jabarkan bersama. Ke depan, kami berharap dapat menjadi pionir dan penggerak industri berbasis teknologi di Indonesia,” ujar Sigit saat konferensi pers di Jakarta pada Senin (19/10/2026).

Peluang Kolaborasi Strategis

Danantara Indonesia juga menekankan bahwa keberhasilan DTIIF 2026 tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau kesepakatan yang diumumkan selama forum berlangsung. Hasil kerja sama perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret setelah acara berakhir.

Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menyampaikan bahwa DTIIF 2026 dirancang sebagai platform yang mempertemukan para pemimpin industri, pakar teknologi, inovator, dan investor untuk membuka peluang kolaborasi strategis yang konkret.

Melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan solusi teknologi, dan kerja sama investasi, Danantara ingin mendorong pemanfaatan sumber daya serta meningkatkan nilai tambah industri nasional.

“Kami tidak ingin forum ini berhenti pada acara tiga hari. Setiap kemitraan yang disepakati harus dilengkapi rencana aksi yang jelas, termasuk langkah yang akan dijalankan oleh masing-masing pihak, sehingga forum ini memberikan kontribusi nyata bagi percepatan industrialisasi Indonesia,” ujar Irwan.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury menilai keterlibatan para pemangku kepentingan global penting untuk membangun kepercayaan terhadap peluang investasi di Indonesia.

Menurut Pahala, persaingan global saat ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga penguasaan teknologi dan kualitas talenta. Karena itu, Danantara mencari mitra yang memiliki keunggulan teknologi, kemampuan pengembangan sumber daya manusia, serta disiplin tata kelola yang baik.

“Melalui platform ini, kami berharap mereka dapat memahami bagaimana Danantara Indonesia berupaya mengembangkan investasi di bidang teknologi dan inovasi, sehingga kepercayaan yang lebih kuat dapat terbangun,” ujar Pahala.

Hadirkan Peraih Nobel Ekonomi

DTIIF 2026 akan menghadirkan lebih dari 50 pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari peraih nobel ekonomi, akademisi, pembuat kebijakan, pemimpin perusahaan teknologi, hingga pelaku industri nasional.

Sejumlah nama yang dijadwalkan hadir antara lain peraih Nobel Ekonomi 2025, Prof. Peter Howitt; peraih Nobel Ekonomi 2011, Prof. Thomas J. Sargent; Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti; serta Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Forum ini juga akan menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria; Kikuo Kishimoto dari Technology and Innovation Strategy Center (TSC), NEDO; serta Global Chief Technology Officer Hitachi Energy, Gerhard Salge.

Sejumlah perusahaan teknologi global juga akan berpartisipasi seperti Google APAC, Microsoft ASEAN, Arm, Airbus, IBM, Thales, dan AWS. Sementara dari dalam negeri, forum ini melibatkan pimpinan perusahaan dan organisasi, termasuk Telkom, Pertamina, PAL, Len, GoTo, serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

DTIIF 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan fokus pembahasan yang berbeda setiap harinya. Pada 26 Oktober 2026, agenda bertema “Strategic Outlook & Global Partnership” akan membahas arah transformasi industri, kemitraan global, serta investasi unggulan dan portofolio Danantara Indonesia.

Selanjutnya, pada 27 Oktober 2026, tema “Technology, Innovation & Investment Collaboration” akan mempertemukan teknologi, industri, dan modal melalui diskusi sektoral, pameran peluang investasi, business matching, serta pertemuan bilateral.

Adapun pada 28 Oktober 2026, forum mengangkat tema “Youth, Inclusion & Sustainable Future”, dengan pembahasan mengenai inovasi, pengembangan talenta masa depan, inklusi, dan keberlanjutan.

Menuju New Asia Forum 2026

DTIIF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) pada 3-4 Desember 2026 di Bali, di bawah patronase Presiden Prabowo Subianto, dengan Danantara Indonesia sebagai founding partner.

Melanjutkan fokus DTIIF 2026 pada pengembangan teknologi, inovasi, dan industri nasional, NAF akan memperluas agenda kolaborasi dan investasi ke tingkat kawasan Asia.

Kemitraan dan peluang investasi yang terbangun melalui DTIIF 2026 diharapkan dapat menjadi landasan bagi pembahasan lebih lanjut dalam NAF, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pintu gerbang investasi dan penghubung arus modal global ke kawasan Asia.

DTIIF 2026 terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, inovator, dan perusahaan rintisan (startup), selain kalangan investor serta pemimpin industri. Calon peserta dapat mendaftar melalui laman resmi: https://dtiifapp.danantaraindonesia.com/participant/register

Mengingat tempat terbatas, serta demi memastikan forum berjalan secara terarah dan produktif, seluruh pendaftaran akan ditinjau terlebih dahulu dan keikutsertaan peserta akan memerlukan konfirmasi dari penyelenggara.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *