BREBES — Rasa haru dan syukur menyelimuti keluarga besar korban pembacokan asal Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Keempat anggota keluarga yang sempat mengalami luka serius kini dipastikan pulih dan diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Brebes pada Senin (19/10/2026). Fitri Andiani, yang mewakili keluarga, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dan seluruh jajaran medis yang telah merawat orang-orang terkasihnya.
Kepulangan ini terasa bagai mukjizat bagi keluarga. Pada malam yang mencekam itu, kepanikan dirasakan bukan hanya karena mengkhawatirkan keselamatan nyawa korban, tetapi juga memikirkan biaya pengobatan yang besar, sementara mereka berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami tidak tahu harus berkata apa selain beribu-ribu terima kasih. Saat kejadian malam itu, kami sangat panik — bukan hanya karena cemas akan keselamatan mereka, tetapi juga memikirkan bagaimana cara membayar biaya rumah sakit, karena kami bukan keluarga yang mampu,” ujar Fitri dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, sejak hari pertama menjadi penenang sekaligus harapan baru bagi keluarga. Langkah cepat Bupati yang langsung menjenguk sekaligus menjamin pembebasan seluruh biaya pengobatan sangat meringankan beban pikiran keluarga di tengah masa kritis yang berat.
“Kebaikan Ibu Bupati Paramitha sangat luar biasa bagi kami. Beliau datang, menenangkan kami, dan menepati janjinya untuk menanggung semua biaya pengobatan sampai mereka bisa pulang hari ini. Tanpa bantuan Ibu Bupati dan jajaran Pemkab Brebes, kami tidak tahu bagaimana nasib keluarga kami,” tambahnya.
Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada seluruh tenaga medis RSUD Brebes — dokter, perawat, dan petugas kesehatan — yang telah merawat keempat anggota keluarga dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan kehangatan selama hampir satu pekan perawatan intensif.
“Terima kasih kepada para dokter, perawat, dan seluruh tim medis RSUD Brebes. Mereka bekerja siang malam dengan sangat sabar merawat orang tua, adik, dan si kecil TA sampai kondisi mereka stabil dan sehat seperti sekarang. Pelayanannya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian, dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Supramiati, M.Sc., Sp.A., menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien.
“Kami dari RSUD Brebes berupaya memberikan pelayanan dan perawatan yang sebaik-baiknya. Bupati juga memerintahkan agar pasien tetap difasilitasi saat pemeriksaan pasca-perawatan nanti. Setiap kali pasien datang kontrol, kami akan merujuk mereka ke psikolog agar proses pemulihan berjalan optimal,” jelas dr. Aries Supramiati.
Dukungan psikologis ini disiapkan khusus untuk membantu keempat korban beserta keluarga dalam menghilangkan jejak trauma yang tertinggal akibat peristiwa tersebut. Pemerintah Kabupaten Brebes juga menegaskan pendampingan psikologis ini akan terus difasilitasi hingga keluarga benar-benar pulih secara menyeluruh.
