BREBES — Guna menjaga kelestarian populasi ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Perikanan bersama Komisi II DPRD Kabupaten Brebes melaksanakan penebaran 213.700 ekor benih ikan di Waduk Malahayu dan sejumlah perairan umum darat lainnya, Senin (26/10/2026). Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem perairan, tetapi juga menopang penghasilan para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga populasi ikan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Waduk Malahayu.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan potensi sumber daya alam dapat dikelola secara berkelanjutan. Waduk Malahayu bukan hanya berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian, melainkan juga memiliki potensi perikanan yang layak dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah harus tetap hadir di tengah masyarakat. Ini bentuk perhatian agar ekosistem Waduk Malahayu terus terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Tobidin.
Penebaran benih ikan merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan secara berkesinambungan agar populasi ikan tetap terjaga dan pemanfaatannya dapat dinikmati dalam jangka panjang. Namun, Tobidin berharap upaya ini tidak berhenti pada kegiatan penebaran saja, melainkan diikuti dengan pengelolaan yang komprehensif.
“Potensi yang ada harus dijaga bersama agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, menjelaskan bahwa penebaran benih ikan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Brebes tahun anggaran 2026 melalui Anggaran Perubahan APBD. Sebanyak 213.700 ekor benih ikan akan disebar di tujuh lokasi perairan umum darat, meliputi Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, serta sejumlah titik sungai dan kawasan hulu sungai di wilayah selatan Kabupaten Brebes, termasuk Banjarharjo, Paguyangan, dan Salem.
“Penyebaran di sejumlah lokasi ini diharapkan dapat menjaga populasi ikan sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem perairan,” jelas Eko.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah benih yang ditebar. Kondisi kualitas air, kelangsungan hidup benih, serta kesadaran masyarakat menjaga lingkungan memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak — pemerintah, DPRD, kelompok nelayan, dan masyarakat — sangat dibutuhkan demi keberlanjutan sumber daya perairan.
Karena itu, keberadaan populasi ikan yang terjaga menjadi harapan besar bagi mereka. Penebaran benih ikan dinilai positif, meskipun keberhasilannya tetap bergantung pada kelestarian lingkungan waduk itu sendiri.
Ketua Komisi II DPRD Brebes menambahkan, Waduk Malahayu memiliki dua peran penting sekaligus: sebagai penyangga irigasi pertanian dan sebagai sumber penghidupan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan. Pengelolaan keduanya harus berjalan seimbang — menjaga kualitas air agar tetap mendukung pertanian sekaligus menjadi habitat yang baik bagi ikan.
“Sinergi antara DPRD dan Dinas Perikanan diharapkan terus berjalan, sehingga potensi perikanan di kawasan Waduk Malahayu dapat semakin berkembang dan bermanfaat,” ujar Tobidin.
Ke depan, keberhasilan program ini diukur bukan dari jumlah benih yang ditebar, melainkan dari terjaganya populasi ikan secara berkelanjutan dan meningkatnya kesejahteraan para nelayan. Pemkab Brebes berkomitmen terus menjaga potensi lokal agar tetap berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.
