DelapanDetik.Com – Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10/2026). Meski baru memimpin lembaga tersebut, Kristomei bukan sosok asing bagi BNPB. Ia pernah terlibat langsung dalam penanganan pandemi Covid-19 pada 2020, ketika masih berpangkat kolonel.
Pengalaman itu kembali ia kenang dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala BNPB di Indonesia Disaster Relief Training Ground (InaDRTG), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026). Kristomei menceritakan, enam tahun lalu dirinya diperbantukan di media center BNPB untuk mendampingi Kepala BNPB saat itu, almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, dalam penanganan pandemi Covid-19.
“Saya teringat enam tahun lalu, mendampingi Pak Doni Monardo, saat itu saya diperbantukan di media center. Itu salah satu pengalaman kami, bahkan saat itu saya juga sempat menginap di kantor BNPB,” tuturnya Kristomei.
Ia menegaskan, pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja BNPB, meskipun penugasannya saat itu berlangsung relatif singkat.
“Jadi bertugas di BNPB bukan hal yang baru, walau saat itu hanya sebentar, namun banyak berkutat langsung di dalamnya,” imbuhnya.
Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kristomei menegaskan bahwa prioritas awal kepemimpinannya adalah segera bekerja, terutama dalam menangani berbagai bencana yang tengah terjadi di Indonesia. “Tugas ke depan untuk segera bekerja menangani bencana,” ujar Kristomei.
Ia juga memberikan semangat optimisme kepada seluruh jajaran dalam mengarungi penanganan bencana ke depan selama masa kepemimpinannya. “Mari kita kerja bersama dan mari sama-sama kita bersemangat,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Kristomei turut mengapresiasi capaian dan kinerja Kepala BNPB sebelumnya yaitu Letjen TNI Suharyanto yang telah memimpin operasi penanggulangan bencana selama 5 tahun pada periode 2021 sampai dengan 2026.
Sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan, disaksikan jajaran pejabat tinggi madya, pejabat tinggi pratama, serta pegawai BNPB. Prosesi berlangsung khidmat sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dan pengabdian dalam tugas kemanusiaan penanggulangan bencana.
Kepala BNPB Termuda
Letjen TNI Kristomei Sianturi, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 6 Mei 1976, tercatat sebagai Kepala BNPB termuda saat dilantik di usia 50 tahun. Ia menggantikan 5 pendahulunya mulai dari Syamsul Maarif, Willem Rampangilei, Doni Monardo, Ganip Warsito, hingga Suharyanto.
Lulusan Akademi Militer 1997 kecabangan Infanteri ini sebelumnya menjabat sebagai Panglima Kodam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Rekam jejak penugasannya meliputi penugasan di lingkungan Kostrad, Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, Dandim 0424/Tanggamus, Kapendam Jaya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD pada 2023, Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024, dan Kepala Pusat Penerangan TNI pada Maret 2025.
Pengalaman di bidang teritorial dan penerangan menjadi modal penting dalam memperkuat komunikasi risiko dan sinergi lintas sektor kebencanaan, khususnya saat penanganan Covid-19 waktu itu.
