KOTA LANGSA – Nelayan dan tokoh masyarakat Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur mendesak Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kota (Pemko) Langsa untuk segera memperbaiki Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Gampong tersebut, Senin (12/20/2026).
TPI mini Gampong Sungai Lueng yang merupakan penunjang aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat setempat telah rusak pasca diterjang banjir akhir tahun 2025 lalu.
Muklis, salah seorang nelayan setempat mengatakan bahwa masyarakat telah beberapa kali mengusulkan perbaikan TPI tersebut kepada pemerintah gampong, bahkan juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Langsa.
“Perbaikan TPI ini sudah sering diajukan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan apapun. Kita ajukan perbaikan ke pemerintah gampong dan juga kepada Wali Kota Langsa,” ucapnya kepada hariandaerah.com.
Lebih lanjut ia mengatakan, walaupun kondisi TPI masih rusak pascabanjir, namun aktivitas warga tetap berjalan karena tempat tersebut sangat dibutuhkan sebagai penunjang warga mengais rezeki di sungai.
“TPI ini masih kita gunakan mengangkut barang-barang dari alur ke darat, tapi karena kondisinya rusak, maka sangat terganggu. Bahkan ada bapak-bapak yang pernah jatuh di sini waktu angkat barang,” terangnya.
Muklis menjelaskan, bahwa kondisi TPI yang rusak dikhawatirkan dapat membahayakan warga, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang datang pada pagi hari untuk memilah ikan hasil tangkapan nelayan.
“Kasihan ibu-ibu, pagi-pagi mereka datang memilih ikan di sini. Dengan keadaan tepi seperti ini, kami takut nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sebutnya.
Muklis menambahkan, kawasan TPI ini dimanfaatkan lebih dari 100 nelayan. Selain nelayan, warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari tambak juga menggunakan TPI tersebut sebagai sarana penunjang.
“TPI ini digunakan oleh sekitar 100 lebih nelayan dan juga oleh warga yang ada tambak. Jadi hampir semua yang mencari penghasilan di sungai tetap menggunakan TPI ini,” katanya.
Sebelum mengakhiri keterangannya, Muklis mengatakan bahwa dirinya sekitar dua bulan lalu sempat diwawancarai oleh sejumlah petugas pemerintah yang datang ke lokasi sembari mengambil dokumentasi kerusakan TPI.
“Sekitar dua bulan lalu ada beberapa petugas dari Pemko Langsa datang, foto-foto saja. Dari dinas mana saya kurang tahu, kalau tidak salah PU. Namun, hingga kini belum ada tindakan atau realisasi apapun untuk TPI ini,” ungkap Muklis.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Izzuddin mengatakan, bahwa halaman TPI selama ini menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan lomba boat tahunan yang telah menjadi salah satu ikon Kota Langsa.
”Kami selaku warga dan panitia lomba boat sangat terhambat karena TPI belum diperbaiki. Di sini punya halaman luas yang biasanya digunakan untuk acara rutin tahunan,” terang tokoh pemuda ini yang juga panitia lomba boat di Gampong Sungai Lueng.
Izzuddin berharap kepada dinas terkait di Pemko Langsa untuk dapat segera memberikan perhatian terhadap TPI mini di Gampong Sungai Lueng.
Menurutnya, TPI tersebut bukan hanya untuk mendukung kegiatan masyarakat, tetapi terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi para nelayan.
“Harapan kami kepada dinas terkait di Pemko Langsa agar memberikan perhatian khusus untuk diteruskan ke pemerintah pusat, supaya ini dapat dibangun kembali,” pintanya.
Ia pun berharap agar TPI Gampong Sungai Lueng yang rusak segera diprioritaskan dalam program rehab rekon pasca banjir, baik oleh Satgas PRR maupun Satuan Tugas Percepatan Rehab Rekon Aceh.
“Jika TPI ini cepat diperbaiki dan dibangun kembali, maka perekonomian nelayan Gampong Sungai Lueng dapat lancar lagi dan tidak terhambat seperti sekarang,” tandas Izzuddin.
Untuk diketahui, perlombaan boat di Gampong Sungai Lueng telah digelar selama sembilan tahun dan menjadi agenda tahunan dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. Selain balapan, perlombaan boat juga menjadi ruang promosi produk UMKM warga melalui program wisata gampong berbasis iklim (ProKlim), dengan memamerkan berbagai produk olahan lokal masyarakat setempat.
