DelapanDetik.Com – Karim Adeyemi mulai memperlihatkan alasan Barcelona berani merekrutnya ketika nilai pasarnya sedang menurun. Setelah sempat kehilangan sebagian reputasi yang dibangun sejak RB Salzburg, penyerang asal Jerman itu perlahan kembali menunjukkan kualitas yang membuatnya dulu dianggap sebagai salah satu talenta menarik di Eropa.
Barcelona membayar biaya tetap 22 juta euro (sekitar Rp452,85 miliar) untuk mendapatkan Adeyemi dari Borussia Dortmund, ditambah sejumlah bonus. Nilai tersebut terasa menarik karena sang pemain masih berusia 24 tahun dan sudah memiliki pengalaman di Bundesliga serta Liga Champions.
Keputusan Deco mulai terlihat menjanjikan setelah penampilan Adeyemi menghadapi Racing Santander. Ia tidak mencetak gol dalam kemenangan 7-2 Barcelona, tetapi kontribusinya justru memperlihatkan bahwa ancaman yang dibawanya jauh lebih besar daripada sekadar kemampuan mencetak gol.
Deco Melihat Nilai di Balik Penurunan Reputasi
Empat musim bersama Dortmund membuat pamor Adeyemi tidak lagi setinggi ketika masih membela Salzburg. Performa yang tidak selalu konsisten membuat ekspektasi terhadapnya ikut menurun, walaupun catatan tujuh gol dan empat assist dalam 28 penampilan Bundesliga musim 2025-26 tetap tergolong solid.
Secara keseluruhan, Adeyemi meninggalkan Dortmund dengan 36 gol dalam 146 pertandingan di semua kompetisi. Angka tersebut belum menggambarkan potensi luar biasa yang pernah dilekatkan kepadanya, tetapi juga tidak menunjukkan bahwa kemampuannya telah menghilang.
Deco justru melihat kesempatan dari kondisi tersebut. Barcelona tidak membeli pemain yang sedang berada di puncak reputasi, melainkan mengambil risiko terhadap kualitas yang masih bisa berkembang.
Kecepatan Menjadi Senjata Utama
Pertandingan melawan Racing memperlihatkan betapa besar pengaruh kecepatan Adeyemi. Ia mencatat delapan tembakan, enam dribel sukses, empat peluang tercipta, lima recovery, dua penalti yang dimenangkan, serta satu assist.
Kecepatan tersebut membuat bek lawan harus memberikan ruang tambahan. Adeyemi pernah mencatat kecepatan 36,65 kilometer per jam di Bundesliga, angka yang pernah menjadi rekor kompetisi tersebut.
Di Barcelona, kemampuan itu memberikan dimensi berbeda. Ketika lawan mencoba bertahan dengan garis rendah, Adeyemi bisa meregangkan pertahanan dan mengubah satu umpan vertikal menjadi situasi berbahaya dalam hitungan detik.
Bukan Sekadar Pemain Cepat
Karakteristik Adeyemi tidak berhenti pada kecepatan. Ia juga mampu membawa bola dalam kecepatan tinggi, melepaskan tembakan dari situasi sulit, serta menggunakan kedua kakinya untuk membuat bek lebih sulit membaca arah serangan.
Kemampuan tersebut terlihat ketika ia menciptakan peluang dan kemudian memberikan assist untuk Lamine Yamal dalam kemenangan besar Barcelona. Ia mampu mempertahankan kontrol bola sambil terus bergerak agresif menuju area pertahanan lawan.
Kombinasi akselerasi, dribel, kemampuan menembak dan ancaman dari kedua kaki membuat Adeyemi memiliki profil yang cocok untuk permainan Barcelona. Ia dapat menjadi alternatif ketika pendekatan berbasis penguasaan bola membutuhkan perubahan tempo.
Flick Menemukan Cara Memaksimalkannya
Hansi Flick sudah mengenal Adeyemi sejak memberikan debut seniornya bersama Timnas Jerman pada 2021. Hubungan tersebut menjadi salah satu alasan sang pemain memilih Barcelona dan kini Flick menempatkannya dalam sistem yang sesuai dengan karakteristiknya.
Adeyemi diberi ruang untuk menyerang area belakang pertahanan, membawa bola secara langsung, melakukan pressing, serta menjadi opsi untuk membongkar pertahanan yang bermain dalam. Pendekatan tersebut tidak memaksanya menjadi pemain yang berbeda.
Flick juga masih melihat ruang untuk perkembangan, terutama dalam memahami pola permainan Barcelona secara lebih menyeluruh. Namun, awal yang dicatat Adeyemi sangat menjanjikan dengan lima kontribusi gol dalam 305 menit berdasarkan materi tersebut.
Pada akhirnya, Barcelona memang belum bisa memastikan apakah investasi 22 juta euro itu akan menjadi kesepakatan luar biasa dalam jangka panjang. Namun, jika Adeyemi mampu mempertahankan perkembangan dan konsistensinya, keputusan Deco membeli ketika reputasinya sedang turun dapat terlihat sebagai langkah yang sangat bernilai.
Sumber berita : DelapanDetik.Com
Baca juga :
