Pendapat E-Parking Kota Langsa Capai 620 Juta Dalam Dua Bulan Pelaksanaan

KOTA LANGSA – Program digitalisasi parkir dengan sistem E-Parking Berlangganan yang digagas Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE sudah berjalan dua bulan sejak pertama kali diluncurkan pada Juli lalu.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Langsa, pendapat total E-Parking baik untuk kendaraan roda dua dan roda empat sudah mencapai Rp.620 juta sampai hari Jum’at, 18 September 2026.

Plt. Kepala Dishub Kota Langsa, Nazaruddin menjelaskan, bahwa pengguna aktif E-Parking di Kota Langsa sudah mencapai 5.884 orang, baik untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

“Alhamdulillah, total pengguna aktif E-Parking sudah 5.884 orang sampai hari Jum’at kemarin. Sebanyak 5.586 untuk pengguna sepeda motor dan 298 untuk mobil,” ucap Nazaruddin di lokasi CFD Lapangan Merdeka, Minggu (20/09/2026).

Ia menyampaikan, dari 5.884 pengguna aktif E-Parking Berlangganan, maka pendapatan parkir digital di bawah Dinas Perhubungan  Kota Langsa sudah ada sebesar Rp.619.800.000,-.

“Insya Allah dalam tahun ini pendapatan E-Parking Berlangganan bisa mencapai 1 miliar lebih. Jadi dalam 5-6 bulan aja pendapatan parkir kita bisa mencapai pendapatan dari tahun sebelumnya,” katanya.

Nazar menjelaskan, untuk mencapai target pendapatan parkir yang lebih besar dari tahun sebelumnya, Pemko Langsa melalui Dinas Perhubungan sudah melakukan beberapa cara untuk menggenjot pendapatan E-Parking Berlangganan sehingga semakin banyak masyarakat yang menggunakannya.

Untuk tahap awal, Dishub mensosialisasikan E-Parking khusus kepada ASN di Pemko Langsa. Untuk pengguna E-Parking dari ASN, targetnya sampai bulan Oktober ini semua ASN sudah menjadi pengguna E-Parking Berlangganan.

“Kemudian kita akan menyasar pengguna dari aparatur Gampong. Kita akan sosialisasikan serta menghimbau Geuchik dan seluruh aparaturnya untuk menggunakan E-Parking Berlangganan,” ujarnya.

Nazar merincikan, jika dihitung pendapatan E-Parking dari aparatur Gampong yang ada di Kota Langsa, maka pendapatan dari sektor ini saja akan mencapai sekitar Rp.100 juta untuk pengguna roda dua.

“Kita rata-ratakan saja, di satu desa itu ada 15 aparaturnya. Maka jika dijumlahkan dengan 66 desa yang ada di Kota Langsa, pendapatannya kan sekitar 100 juta,” terangnya.

Selanjutnya Plt. Kepala Dishub ini mengatakan, tahap berikutnya juga target pengguna E-Parking adalah untuk lembaga Vertikal, seperti Pengadilan Negeri, Bea Cukai, Imigrasi, Jamsostek, Lembaga Permasyarakatan, Bank, Kantor Pos, Lembaga Leasing dan lainnya termasuk dari lembaga aparatur penegak hukum seperti Polres Langsa, Kodim 0104/Atim dan juga Kejaksaan Negeri Langsa.

“Kita akan melakukan sosialisasi kepada semua lembaga vertikal ini agar para pegawai dan karyawannya yang mempunyai kendaraan dapat menggunakan E-Parking,” sebutnya lagi.

Adapun sosialisasi E-Parking Berlangganan kepada lembaga vertikal ini dilakukan bertujuan untuk menggenjot pendapat perparkiran bagi Pemerintah Kota Langsa.

“Setelah itu disosialisasikan kepada masyarakat luas. Karena sudah banyak pihak yang gunakan E-Parking, masyarakat juga saya pikir akan lebih tertarik untuk menggunakan E-Parking karena lebih mudah dan murah,” ungkapnya.

Sesuai dengan rencana Wali kota Langsa, maka Dinas Perhubungan juga akan mulai mendata dan bekerjasama dengan kantor Samsat Polres Langsa, serta showroom roda dua dan empat.

Dimana bagi masyarakat yang membayar pajak kendaraannya dan juga bagi yang beli baru kendaraan langsung dihimbau untuk gunakan layanan E-Parking Berlangganan di Kota Langsa.

“Kita yakin, dengan target-target pengguna E-Parking Berlangganan ini nantinya, mulai tahun depan pendapatan parkir di Kota Langsa bisa mencapai minimal 3 sampai 4 miliar dalam setahun,” tutup Nazaruddin.



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *