Tak Tunggu Bantuan Pemerintah, Dedi Risyanto Bangun Jembatan Desa Kemukten Secara Swadaya

BREBES — Semangat kemandirian dan kepedulian warga terhadap lingkungan lahir kembali di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana. Alih-alih menunggu kucuran anggaran, tokoh masyarakat setempat berinisiatif membangun jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga sehari-hari dengan biaya dan tenaga sendiri.

Inisiatif tersebut datang dari Dedi Risyanto, SH. — warga sekaligus tokoh masyarakat Desa Kemukten. Jembatan yang dibangun berlokasi di Blok Pemancar dan menjadi jalur utama yang dilalui warga setiap hari, baik untuk perjalanan sehari-hari maupun pengangkutan hasil pertanian. Tanpa menunggu proses birokrasi yang berbelit, Dedi langsung bergerak mewujudkan pembangunan tersebut.

Kehadiran jembatan baru ini disambut sukacita oleh warga lingkungan sekitar. Mereka mengaku selama ini kesulitan melintas, terutama saat musim hujan atau saat mengangkut hasil panen.

“Sangat terbantu sekali, Pak. Selama ini kami kesulitan lewat di sini, apalagi kalau bawa hasil tani. Sekarang sudah kokoh, aman dilewati kendaraan,” ungkap salah seorang warga setempat.

Anto juga menambahkan, langkah Dedi Risyanto patut dijadikan teladan karena tidak semua orang mau repot memikirkan kepentingan bersama.

“Beliau tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi memikirkan kami semua warga desa. Semoga langkah baiknya dibalas dengan kebaikan yang berlimpah,” ujar Anto.

Tindakan mandiri ini mendapat apresiasi tinggi dari Hadi Siswanto, Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal itu disampaikan Hadi saat dijumpai awak media pada Jumat (18/9/2026).

“Saudara Dedi Risyanto ini patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Pasalnya, tidak semua orang peduli dengan pembangunan, terutama untuk tanah kelahirannya sendiri,” ujar Hadi Siswanto.

Ia menegaskan, semangat membangun tidak harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah. Kesadaran bahwa lingkungannya layak diperbaiki oleh warga sendiri justru menjadi kekuatan yang paling kokoh.

“Tak mesti harus menunggu bantuan pemerintah. Inilah kepedulian yang tulus, yang lahir dari hati untuk warga dan tanah kelahirannya,” tambahnya.

Kini jembatan itu berdiri kokoh, bukan hanya menghubungkan antarwilayah dan melancarkan distribusi hasil tani, melainkan menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari diri sendiri. Langkah Dedi Risyanto diharapkan menginspirasi warga lain untuk turut berperan memajukan lingkungannya, sekecil apa pun peran itu, tanpa harus menunggu orang lain bergerak lebih dulu.

Redaksi akan terus memantau perkembangan pembangunan serta inisiatif warga lain yang bergerak membangun desa.

 



Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *